- Januari 2018

Kamis, 25 Januari 2018

Fakta di balik kanker payudara pria

Fakta di balik kanker payudara pria,- Kanker payudara adalah pertumbuhan sel berlebihan yang terbentuk dalam jaringan payudara. Meski kanker payudara pada umumnya menyerang wanita, namun faktanya pria juga bisa terjangkit penyakit mematikan ini.

Dr. Pandey, seorang Kepala Departemen Onkologi di Rockland Hospital, menyampaikan beberapa fakta mengenai kanker payudara pria berikut ini.

Risiko
Seorang pria berisiko terkena kanker payudara jika memiliki riwayat keluarga dari pihak laki-laki yang pernah mengidap penyakit ini. Meski kemungkinannya kecil, namun sama seperti wanita, bertambahnya umur juga mempengaruhi besarnya risiko seorang pria terjangkit kanker payudara.

Sebab
Seorang pria yang tidak melakukan pola hidup sehat, seperti merokok, minum-minum, malas berolahraga, dan kegemukan, mampu memicu penyakit kanker payudara. Seperti yang dialami oleh wanita, pria dengan kanker payudara juga mengalami pertumbuhan jaringan payudara yang tidak terkontrol.

Gejala
Gejala paling umum yang dialami oleh pria yang terkena kanker payudara adalah adanya rasa nyeri pada puting dan sekitar payudara. Perubahan warna kulit, mengerut, kemerahan, sisik pada puting, maupun retraksi (puting berbalik ke dalam) juga bisa diindikasikan bahwa seorang pria positif kanker payudara. Hal yang paling parah adalah keluarnya darah dari puting payudara.

Kamis, 18 Januari 2018

Ketahui bawang putih mampu bunuh kanker tanpa efek samping

Ketahui bawang putih mampu bunuh kanker tanpa efek samping,- Selama berabad-abad bawang putih telah dikenal sebagai salah satu makanan yang memiliki banyak efek pengobatan. Dalam bawang putih terkandung banyak nutrisi dan zat yang bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit mulai dari demam hingga menurunkan tekanan darah.

Namun baru-baru ini peneliti dibuat terkejut dengan manfaat luar biasa yang disembunyikan oleh bawang putih. Bawang putih ternyata bisa membunuh sel kanker dengan sangat efektif. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal American Cancer Association ini juga mengungkap bahwa bawang putih tak memberikan efek samping saat membunuh sel kanker.

"Zat dalam bawang putih yang bernama diallyl sulfide (DAS), diallyl disulfide (DADS) dan diallyl trisulfide (DATS) memberikan perlindungan terhadap karsinogen.

Meski begitu, penelitian ini hanya dilakukan di laboratorium dan belum diaplikasikan langsung pada pasien. Namun peneliti optimis bahwa hasilnya akan baik dan sama dengan yang terjadi di laboratorium. Sebuah penelitian pada tahun 2001 sebelumnya juga menjelaskan bahwa zat sulfur dalam bawang putih baik untuk mencegah pertumbuhan kanker.

Bawang putih harus dikonsumsi secara mentah untuk mendapatkan manfaat maksimal di dalamnya. Meski bawang putih juga enak setelah dimasak, namun proses memasak akan menghancurkan enzim yang ada dalam bawang putih. Padahal enzim tersebut yang bekerja mencegah pertumbuhan sel kanker.

Kamis, 11 Januari 2018

Kedelai Amankah untuk Penderita Kanker Payudara

Kedelai Amankah untuk Penderita Kanker Payudara,- Protein dalam kedelai diketahui bisa meningkatkan aktivitas gen yang berkaitan dengan pertumbuhan kanker payudara pada wanita yang sudah memiliki kanker payudara, ungkap sebuah penelitian terbaru. Namun peneliti menjelaskan bahwa hal ini sebaiknya tak membuat pasien kanker payudara ketakutan untuk makan kedelai.

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of the National Cancer Institute mengungkap bahwa wanita yang memiliki kanker payudara masih boleh mengonsumsi kedelai atau produk kedelai seperti tahu. Namun sebaiknya tidak terlalu banyak. Lantas, bagaimana dengan wanita yang tidak memiliki kanker payudara? Apakah kedelai bisa memicu munculnya kanker payudara?

"Penelitian ini tidak menunjukkan apakah kedelai bisa meningkatkan risiko terkena payudara pada wanita normal," ungkap peneliti Dr Jacqueline Bromberg dari Memorial Sloan Kettering Cancer Center di new York City.

Hingga saat ini kaitan antara protein pada kedelai dan kanker payudara cukup rumit. Di satu sisi, wanita Jepang yang makanannya kebanyakan berasal dari kedelai justru memiliki risiko kanker payudara yang rendah. Sementara itu, secara ilmiah diketahui bahwa kedelai mengandung phytoestrogens, yaitu zat yang bisa memicu pertumbuhan tumor payudara.

Dalam penemuan terbaru ini Bromberg dan koleganya melakukan pengamatan terhadap 140 wanita yang baru didiagnosis terkena kanker payudara menjadi dua kelompok. Satu kelompok mengonsumsi protein kedelai setiap hari selama satu sampai empat minggu, sementara kelompok lain diberi bubuk susu.

Meski dalam waktu singkat penelitian ini menemukan bahwa 20 persen pasien kanker payudara yang mengonsumsi protein kedelai menunjukkan aktivitas gen pemicu kanker yang tinggi. Namun belum jelas apa akibat dari bertambahnya aktivitas gen pemicu kanker payudara ini karena peneliti tak menemukan adanya bukti bahwa tumor berkembang menjadi tidak terkendali.

Meski begitu, untuk amannya peneliti menyarankan agar wanita yang sudah terkena kanker payudara tidak mengonsumsi banyak kedelai atau suplemen protein kedelai. Peneliti juga berasumsi bahwa efek protein kedelai berkaitan dengan waktu konsumsinya. Kemungkinan jika dikonsumsi pada saat muda, protein kedelai tak akan memicu munculnya kanker payudara. Namun untuk itu peneliti masih membutuhkan penelitian lanjutan dalam skala yang lebih besar.

Rabu, 03 Januari 2018

Ketahui gejala kanker limfoma yang tidak dipedulikan

ketahui gejala kanker limfoma yang tidak dipedulikan,- Kanker limfoma, atau biasa yang dikenal dengan sebutan kanker kelenjar getah bening, ialah sejenis kanker yang tumbuh akibat mutasi atau terjadinya perubahan sel darah putih yang sebelumnya normal menjadi ganas. Sel ganas ini dapat tumbuh pada berbagai organ dalam tubuh termasuk kelenjar getah bening, limpa, sum-sum tulang, darah, maupun organ lainnya.

Menurut data Globalcom tahun 2012, limfoma merupakan salah satu dari sepuluh penyakit kanker terbanyak di dunia. Untuk itu, kita harus selalu waspada terhadap penyakit mematikan ini dengan melakukan gaya hidup sehat.

Anda pun dapat mendeteksi sejak dini penyakit kanker seperti demam, penurunan berat badan, hilang selera makan, mudah lelah, sesak nafas, batuk, gatal-gatal di seluruh tubuh, pembesaran amandel, serta sakit kepala.

"Bila Anda kurus tiba-tiba, ada benjelon pada organ tubuh seperti di leher yang tidak bisa digerakkan, tidak sakit, keras, sangat menempel di kulit, dan bengkak. Dan, jika Anda sakit gigi tidak sembuh walau sudah menggunakan anti-biotik, tahi lalat memerah. Itu adalah beberapa gejala kanker yang patut Anda curigai," jelas Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PDl-KHOM, Ketua Perhimpunan Onkologi Indonesia dan Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI), saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Dr. Aru menambahkan, seseorang yang membiasakan makan sayur dan buah tiga sampai empat kali sehari dapat mengurangi 30 persen terkena kanker. Dan, yang terpenting aktivitas fisik seperti aerobik harus selalu diterapakan setiap hari.

"90 persen kanker disebabkan oleh lingkungan dan gaya hidup yang tidak sehat seperti terlalu banyak mengonsumsi pewarna makanan, perokok aktif atau pasif. Bahkan, faktor keturunan hanya lima persen bisa terjangkit kanker. Stres bukanlah pemicu kanker berkembang," kata dr.Aru.